Home » , » Afrika Butuh Ribuan TKI Formal

Afrika Butuh Ribuan TKI Formal

Afrika Butuh Ribuan TKI Formal
Jakarta, BNP2TKI (5/9) Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) kembali menggiatkan upaya penempatan TKI formal ke negara Afrika, khususnya Mesir, Sudan, Libya dan Aljazair. Penempatan TKI formal ke negara-negara Afrika ini merupakan bagian dari upaya peningkatan TKI formal.

“Pasar Afrika banyak membutuhkan ribuan tenaga kerja di sector konstruksi, perawat, hosipitality, restoran, perkantoran, dan sector-sektor lainnya,” ujar Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI, Ramli Sa’ud yang sedang berada di Kairo dalam rangkaian kunjungan kerja ke Sudan, Mesir, Libya dan Aljazair, Senin (5/10)


Menurut Ramli, pasar Afrika memang menjadi bagian dari upaya BNP2TKI untuk terus melakukan terobosan-terobosan penempatan baru di luar penempatan tradisional seperti ke Saudi Arabia dan Malaysia.
“Kami concern dengan program peningkatan penempatan TKI formal,” tutur Ramli.
Ramli mengungkapkan, target penempatan TKI formal dalam lima tahun mendatang diharapkan bisa mencapai 40 persen dari seluruh TKI yang bekerja di luar negeri. Saat ini komposisi penempatan TKI di luar negeri masih 65 persen untuk TKI sector rumah tangga dan 35 persen TKI formal.

Menurut Ramli, dengan upaya peningkatan TKI formal selain mereka akan mendapatkan gaji yang tinggi juga memiliki perlindungan yang sangat baik. Sedangkan, penempatan TKI informal, khususnya sector rumah tangga rawan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual.

Dalam kunjungan ke empat negara di Afrika selama 12 hari, 2-12 Oktober, Deputi KLN dan Promosi Ka BNP2TKI akan bertemu dengan pihak-pihak terkait seperti imigrasi, kementrian tenaga kerja, organisasi buruh, agensi tenaga kerja, kementrian pertambangan dan energy, kementrian pekerjaan umum, dan kementrian tenaga kerja.

Ramli juga mengungkapkan di luar penempatan TKI formal yang dilakukan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS), juga ada penempatan yang dilakukan melalui mekanisme Transfer Intra Corporate (TIC).
Penempatan melalui mekanisme TIC ini, lanjut Ramli, dilakukan antar perusahaan sejenis, misalnya antara Hotel Sheraton Indonesia dengan Sheraton Mesir.

Di luar mekanisme TIC, Ramli juga mengakui ada ribuan TKI yang ditempatkan di luar jalur pemerintah dan PPTKIS, yaitu seperti yang dilakukan oleh lembaga pemerintah seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Wijaya Karya yang banyak mendapat proyek konstruksi di beberapa negara Timur Tengah dan Afrika. (zul)

Sumber : BNP2TKI
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website
 

Copyright © 2011. PJTKI RESMI TERPERCAYA - All Rights Reserved
Template Modify by
Proudly powered by