Mantan TKI Pelopor Kampung Buruh Migran Dengan Segudang Prestasi, Maizidah Salas


Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) adalah keputusan perubahan hidup yang penting dan Anda harus mempersiapkannya dengan baik dan Melalui PJTKI RESMI / PPTKIS RESMI.


Dibawah ini adalah artikel tentang Maizidah Salas, Mantan TKI Pelopor Kampung Buruh Migran Dengan Segudang Prestasi. diambil dari blog blog.zendmoney.com
Pernahkah sobat migran mendengar Kampung atau Desa Buruh Migran? Ternyata pelopor Kampung Buruh Migran yang pertama adalah mantan TKI juga lho, yaitu Maizidah Salas. Pengalamannya sebagai TKI mendorong Maizidah untuk merintis Kampung Buruh Migran tersebut yang berlokasi di desa Tracap, Wonosobo. Bagaimana sih kisah TKI berprestasi ini?
Pada tahun 1996 ia pergi ke Korea untuk pertama kalinya bekerja sebagai TKI, namun hanya berlangsung selama 2 tahun. Hingga tahun 1998 saat Korea terkena krisis ekonomi, ia harus pulang ke Indonesia dan kembali mengalami kesulitan ekonomi karena tidak memiliki penghasilan. Ia terpaksa meminjam uang orangtuanya sebesar Rp 10.000.000 untuk pergi ke Taiwan menjadi TKI lagi. Namun pengalamannya bekerja di Taiwan sebagai TKI cukup menderita, bahkan ia sempat ditipu agennya yang membuat ia berstatus sebagai TKI ilegal dan ditangkap polisi Taiwan hingga dipulangkan lagi ke Indonesia.
Dengan latar belakang pengalamannya sebagai buruh migran dan keinginannya untuk mengubah citra buruh migran menjadi lebih positif, ia membentuk Solidaritas Perempuan Migran Wonosobo dengan kegiatan arisan yang diikuti 229 peserta yang merupakan para mantan TKI. Organisasi tersebut kemudian berkembang menjadi organisasi Kampung Buruh Migran yang berpusat di Desa Tracap yang diresmikan BNP2TKI, yang bertujuan untuk melindungi, mencerdaskan, dan membangun ekonomi masyarakat didalamnya, dan saat ini telah mencapai 600 anggota mayoritas perempuan, terdiri dari BMI aktif, mantan BMI, beserta anggota keluarga mereka.
Selain diskusi bulanan yang membahas permasalahan terkait buruh migran, mereka juga memiliki program pemberdayaan seperti pemberdayaan keluarga TKI, koperasi simpan pinjam, PAUD gratis bagi anak buruh migran, usaha ternak kambing, dan budidaya jamur tiram. Maizidah berharap mereka dapat mandiri dan menjalankan usaha sendiri sehingga tidak perlu lagi menjadi TKI. Bahkan Kampung BMI sering didatangi mahasiswa sebagai pusat pembelajaran tentang pemberdayaan ekonomi buruh migran.
Saat ini Maizidah Salas ikut bergabung menjadi bagian dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jakarta dan mendapat tempat di divisi Pengembangan Ekonomi Buruh Migran. Bahkan ia juga melanjutkan pendidikannya dan mendapat gelar Sarjana Hukum. Ia juga sering diundang menjadi motivator bagi buruh migran di berbagai daerah.

PENGHARGAAN
Berikut penghargaan yang diraih Maizidah atas perjuangannya dalam melawan perdagangan buruh migran dan di bidang pendidikan:
  • Penghargaan dari Yahoo.com untuk kategori pendidikan atas upayanya dalam pendidikan anak anak TKI di usia dini,
  • (2018) menjadi  salah 1 dari 10 orang pejuang human trafficking seluruh dunia yang mendapat penghargaan dari pemerintah Amerika Serikat dalam forum “Trafficking In Person (TIP) Report Heroes 2018,”
  • (2017) menjadi salah satu dari 164 orang penerima penghargaan “Anugerah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tingkat Nasional,”
  • (2015) dari Bupati Wonosobo,
  • (2015) “Kartini Next Generation” dari KOMINFO, KEMENEG, dan KEMENPORA,
  • (2015) “Perempuan Inisiatif” dari Nova,
  • (2015) “Perempuan Inisiatif” dari Garnita Malahayati,
  • (2014) “Kartini Masa Kini” dari Kick Andy,
  • (2012) dari UKM Centre Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,

PESAN UNTUK GENERASI MUDA
Maizidah selalu berpesan untuk generasi muda, jika ingin mengadakan perubahan, selalu mulai dari diri sendiri. Selain itu harus memiliki semangat untuk belajar karena proses belajar tidak akan pernah berhenti.
“Saya inginnya terus membangun SDM untuk teman-teman Wonosobo. Bukan hanya untuk para buruh migran saja. Saya sangat senang teman-teman sampai membuat organisasi pemuda di Wonosobo. Karena yang akan memegang dan menjadikan negeri seperti apa kan anak anak muda. Ke depan kita punya wacana anak-anak muda disini tidak perlu keluar daerah atau keluar negeri, tapi kita bangun daerah sendiri, dengan kemampuan kita sendiri, dengan ide kita masing masing, dengan cara kita sendiri. Yang bisa mengangkat nama keluarga dan daerahnya, syukur sampai mancanegara.” – Maizidah Salas
Diterbitkan oleh ZendMoney.

Informasi Kerja Keluar Negeri Selengkapnya Hubungi :

Bpk Agus Asrori
Hp/Wa : 0812 3549 1898 (Simpati)
Hp/Wa : 0856 0802 8600 (Indosat)

Subscribe to receive free email updates: