Home » » Penempatan TKI ke Polandia, Nusron Wahid Lakukan Penjajakan Kerja Sama

Penempatan TKI ke Polandia, Nusron Wahid Lakukan Penjajakan Kerja Sama


PJTKI RESMI. Sejak akhir tahun 2018 Indonesia berencana mengirim tenaga kerja ke Polandia, tapi sampai sekarang tahun 2019 rencana itu belum terwujud. Dan pengiriman tenaga kerja yang sudah  berjalan dengan lancar untuk TKL (Tenaga Kerja Laki-laki) adalah negara Taiwan di sektor pabrik dan negara Malaysia di sektor Kontruk, perkebunan dan peternakan. Sedangkan untuk tenaga TKW (Tenaga Kerja Wanita) Indonesia sudah menempatkan di sektor Informal PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga) ke negara Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Malaysia.


Berita Penempatan TKI ke Polandia di ambil dari jpnn.com
JAKARTA  09 September 2018 - Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan penjajakan kerja sama dalam rangka penempatan tenaga kerja semi profesional ke negara Polandia. Penjajakan kerja sama dilakukan Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid atas dasar undangan dari Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter. F. Gontha pada April 2018 lalu.

Kunjungan ini dilakukan guna menjajaki kemungkinan kerja sama penempatan tenaga kerja semi profesional, terutama untuk tenaga galangan kapal, pemotong dan packaging tangkapan ikan salmon. Menurut estimasi, pemerintah Polandia membutuhkan sekitar 20.000 (dua puluh ribu) tenaga kerja asing dari berbagai negara. (tidak spesifik dari Indonesia).

Nusron Wahid menyatakan bahwa setelah meeting selama 3 (tiga) hari dengan calon user dan agen di Polandia dengan ditemani dan dipandu staf KBRI Warsawa, ada duarequest dari BNP2TKI kepada calon user dan agen di Polandia.


Pertama, sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, bahwa negara penempatan harus memiliki syarat hubungan kerja sama di bidang proteksi dan perlindungan pekerja migran dengan Indonesia. Kedua, sambil proses negosiasi dan menunggu penandatanganan kerja sama, BNP2TKI meminta data spesifikasi dan persyaratan level grade yang dibutuhkan, serta cara memperoleh kurikulum dan sertifikasi tersebut di Indonesia.

“Hal ini kami butuhkan dalam rangka melindungi calon pekerja migran Indonesia, agar jangan sampai salah jalur dan tidak sesuai dengan keinginan useryang ujung-ujungnya bisa berdampakdisharmoni dan konflik hubungan industrial di negara penempatan,” ujar Nusron Wahid.

Nusron Wahid menambahkan hingga saat ini, pihak BNP2TKI sudah berkali-kali mengejar data spesifikasi tersebut kepada calon user dan agen, tapi justru kelambatan ada dari pihak mereka. Padahal dari data tersebut, nantinya menjadi pegangan bagi BNP2TKI untuk menawarkan dan mobilisasi ke pusat pelatihan tenaga kerja, sekolah tinggi dan kampus-kampus, supaya bisa mendapatkan informasi yang valid dan kredibel.

Menurut Nusron, meski belum mendapat informasi detail yang utuh tentang data spesifikasi dan persyaratan level grade dari Polandia, BNP2TKI sudah menyiapkan program upgrading skill bagi calon PMI ke Polandia yang sifatnya untuk berjaga-jaga jika sudah mendapatkan data detail yang dibutuhkan.

“Sudah ada sekitar seribu lima ratus orang tenaga kapal yang sudah kami upgrade. Memang mereka sudah dikirim juga untuk data yang tenaga pemotong ikan, tapi standar gajinya tidak jauh dengan standar gaji di Indonesia, sehingga kurang peminatnya,” jelasnya.(jpnn.com)

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website
 

Copyright © 2011. PJTKI RESMI TERPERCAYA - All Rights Reserved
Template Modify by
Proudly powered by